Dada Itu Berpisah (I)

By    
by Wisnu Pamungkas

Tentu saja aku tidak memaksamu mengerti dada, bahwa berpisah
Selalu saja membuatku ingin bercerita, seperti pohon tumbang
Dan tentara yang menulis kisah-kisah kematian, tentang
Perjalanan-perjalanan kecil yang membahagiakan, tetapi
Apakah kamu selalu begitu saja? Sebab akupun tahu
Bahwa berpisah juga membuat kamu ingin menulis surat,
Melahirkan sebuah keinginan yang lain selain dada
Yang telah merakit kenangan demi kenangan dan melayani
perasaan yang bertumpah-tumpah itu menjadi seorang
manusia (aku dan kamu barangkali hanya terlanjur
di jebak persoalan dan rencana seperti saat-saat
kita sudah bertemu dan berpisah baru saja).
Lihat saja! Pengalaman telah mencetak begitu banyak
Bahaya, matahari pucat hampir pada setiap sudut
Langit yang jumawa


Korek, 1 April 1997
Post a Comment