Dada Itu Berpisah (II)

By    
by Wisnu Pamungkas

Aku selalu saja terjebak pada sebuah keinginan
Untuk terus melahirkan banyak dada, membunuh-nya
Dengan kenangan demi kenangan yang melekat
Pada mata-mata pengalaman-pengalaman kecil yang
Terus saja berhembus dan mengalir dalam darah,
Semacam_keinginan-keinginan untuk mengerti dan
Memaafkan sebuah dosa, sebenarnya tak ada yang
Patut di ingat_hanya hasrat yang meruap-ruap
Untuk kita segera berpisah dan bersedada


Sintang/Pontianak/Korek, 6-14 April 1997
Post a Comment