Memperingati Hari Dada

By    
by Wisnu Pamungkas

Nyatanya kita tidak benar-benar pernah hidup
Untuk diri sendiri dada. Ada-ada saja persoalan
Yang sudah di sodorkan, dan kita jamah; terutama
Karena keadaan yang menuntut segala sesuatunya
Menjadi lain, yang menyita hampir seluruh perhatian
Kita dan cinta. Fikiran-fikiran kita seperti tengah
Menanggung begitu banyak deraan, sementara kita
Hanya mungkin berharap tidak akan menjadi asing
Karenanya. Toh kadang-kadang pun kita butuh
Mengaduh untuk melepas-kan kesesakan itu. Kita butuh
Sedikit demi sedikit memupuk rasa percaya
Bahwa terluka itu pun tidak pernah benar-benar
Terasa begitu sakit, bahwa kesenangan dan kebahagiaan itu
benar-benar terasa enak._,lalu nyatanya kita cuma mungkin
Pasrah, kadang-kadang terlalu lunak; mengalah kepada
Keadaan, ada-ada saja takdir yang sudah dan
Pasti akan masih kita jamah, kita renggut dari
Tempatnya masing-masing, kemudian kita pura-pura
Melupakan bahwa sebenarnya kita pernah bersalah,
Pura-pura lupa bahwa itu semua adalah
Akibat kelalaian kita, akibat kita telah berlaku
Sangat tamak,_nyatanya kita tidak pernah benar-benar
Bisa mengelak untuk bahagia. Nyatanya...

Happy Birthday, Dada…

Korek, 5 Pebruari 1997
Post a Comment