MIMPI YANG PUKIMAK

By    

Aku bertemu engkau tadi malam, dalam sebuah mimpi remang yang pendek. Tak kusangka, engkau muncul begitu saja dan langsung menubrukku, memeluk tubuhku erat, menciumku lekat-lekat. Apa yang terjadi nisanak? Aku mundur beberapa tindak berusaha mengelak, karena sadar kita sepakat berpisah. 
Tapi celakanya hatiku tak cukup tegar untuk menolak.  Pesona dan aroma tubuhmu mengepungku, sama seperti ketika pertama kali dahulu aku terpikat. Aku menyerah, membiarkan diriku kau sergap. Aku memejamkan mata dan menajamkan seluruh indra, ketika dengan ganas, tumpas aku kau lumat.
Mengapa harus ada kamu di mimpiku? Mengapa kenangan, ingatan dan perasaan rindu yang pukimak itu datang lagi menyerbu? Padahal separuh hati sudah kau koyak-koyak. Mengapa engkau tiba-tiba datang menantang? Bergentayangan dalam kenangan dan otak? Mengapa tak enyah saja supaya tak ada lagi kenangan yang kuingat.
Aku membuka jendela dengan dada kanan nyeri. Setiap mengingatmu, setiap kali itu juga ada bagian hatiku yang luka.
Udara malam menghambur masuk, menyelinap ke diantara kelebat mimpi yang menguap.  Aku kalah,  aku berdarah,  aku menangis lagi seperti bocah yang tersesat.
Pontianak 10 Maret 2011