Mencari Pahlawan di Tanah Kelahiran

By    
Ilustrasi saja
By A. Alexander Mering

Buntoi diminta guru sejarahnya menghafal nama-nama pahlawan nasional di sekolah. Mulai dari Diponegoro hingga Kom Yos Sudarso. Tak satu pun dari pahlawan itu lahir di Nanga Pinoh, Kalimantan Barat.

Setelah lebih dari 63 tahun merdeka, generasi muda Kalbar hanya mengenal pahlawan dari pulau Jawa dan sekitarnya. Karena hanya itulah yang diajarkan di sekolah formil di Indonesia. Akhirnya para pahlawan tak lebih dari deretan nama orang di buku sejarah.

Lalu dimanakah pahlawan Kalbar? Adakah mereka bersembunyi saat perang kemerdekaan? Saat Belanda dan Jepang menguasai pulau Borneo?

Padahal tak sedikit darah tertumpah dan nyawa melayang untuk mempertahankan pulau ini dari cengkraman penjajah. Nyawa Pak Kasih dan pengikutnya di Landak, Pangi di Kabupaten Sintang dan sejumlah nama lainnya yang sama sekali belum masuk ke buku sejarah.

Belum lagi jika anda menghitung ribuan nyawa yang dibantai di Mandor! Terlepas dari pro-kontra yang ada.

10 November pagi, saat negeri ini memperingati hari pahlawan, calon DPD asal Kalbar, Erma S Ranik mengirim SMS, “Seharusnya Pangsuma itu diusulkan jadi pahlawan. Dia menambahkan dalam SMS-nya masa orang Kalbar tak punya pahlawan.

Buku sejarah Indonesia versi pemerintah selama ini telah menciptakan ironi. Nama-nama jalan di kota-kota besar pun memakai nama pahlawan versi buku sejarah. Tokoh pejuang Kalbar dikemanakan? Masih untung nama Pak Kasih diabadikan sebagai salah satu nama jalan di Pontianak. Indonesia bukan hanya pulau jawa, Bali dan Sumatera saja bukan? Kalimantan adalah pulau besar lengkap dengan kisah perjuangan yang pasti mengharu biru juga melawan penjajah. Tapi belum terdokumentasikan dengan baik. Tentu ini bukan kesalahan penulis buku sejarah. Tetapi karena Kalbar masih kekurangan penulis. Politik nasional turut menderaskan arus Jawa lebih kencang ke setiap pelosok pulau. Tak terkecuali ke pulau Borneo, yang jauh tertinggal budaya literalnya. Akibatnya hanya literature tentang Jawa dan sekitarnya saja yang dibaca di bangku sekolah.

Seharusnya semangat kepahlawanan sejak saat ini dapat menginspirasi kita, untuk menguak sejarah, menggorek kembali masa silam, menemukan kembali para pejuang yang hilang dalam sejarah tanpa tulisan, yaitu para pahlawan di tanah kelahiran.