Serat Utang

By    
Ilustrations
by Wisnu Pamungkas

Maka pergilah ayah,
menerbangkan burung ke ranting pohon
setelah bertahun-tahun mereka terpisah
oleh surat dan peta, stempel petinggi negara
yang mencekik leher rakyat

Maka pergilah ibu, menangisi bayi-bayi
yang mati setiap hari, dituba pestisida dan kabut asap,
ketika batu-batu nisannya menjelma palma
dan cerobong baja untuk memuliakan para keturunan ular beludak

Maka pergilah anak-anak, memesan mainan
mitos-mitos tentang ruang dan surat utang
warisan republik kacang yang digadai sampai ke liang lahat

Copyright © Alexander Mering
Post a Comment