Sepotong Doa Manusia

By    
By A. Alexander Mering

Bapa dimana pun Engkau bertahta saat ini,
Perkenanknlah aku mengucapkan syukur kepadamu, di awal pagi Desember ini.
Sebab hanya kemurahan hati-Mu sajalah yang membuat akal budiku tergerak menuliskan kesaksian ini.

Bahwa Engkau adalah Allah yang Hiduo, yang menganugerahkan kepadaku hidup, rezeki dan takdir yang tak mungkin lagi aku negosiasikan.

Terimakasih Tuhan, karena di penghujung tahun 2011 ini, berlimpah-limpahlah nikmat yang Engkau agihkan kepada hamba-Mu yang hina dina ini.

Engkau berikan lebih dari yang harapkan Engkau tambahkan sebelum aku sempat merasa kekurangan, engkau cukupkan sebelum aku kehilangan. Sebab Engkaulah pemilik segala sesuatu.

Ketika aku kehilangan pekerjaan pertengahan tahun ini, Engkau pula menyadarkan bahwa akulah yang semestinya membuat pekerjaan. Ketika aku tidak lagi digaji, maka akulah yang harus mengaji. Sungguh ajaiblah Engkau Tuhan. Engkau yang memberikan suluh kepada otak di tempurung kepalaku yang kecil dan sungguh terbatas ini, hingga idea-idea kreatif melompat dari dalamnya. Engkaulah sumber segala pengetahuan, bahkan yang tak terfikirkan oleh manusia di jagat ini.

Engkaulah yang memberi aku kecerdasan dan juga peluang,Engkalulah yang memberiku ruang dan juga keterbatasan. Engkaulah jalan, bus way, ticket dan kesadaran, Engkaulah melodi dan nyanyian, Engkaulah hartaku yang tak ternilai, Tuhan, sehingga tak ada kata-kata lagi yang dapat aku gunakan untuk memuliakan nama-Mu. Bahkan mazmur yang pernah dinyanyikan Salomo pun, tak cukup lagi untuk memuji nama-Mu, Tuhan.

Amin

Markas Sarang Enggang, Desember 2011